Rabu, 27 Juni 2012

Pekerjaan Sipil | MENGATASI TEMBOK RUMAH YANG RETAK

Dalam kehidupan sehari-sehari, kita mungkin pernah menemukan kejadian keretakan dinding rumah. Ada kalanya pembangunan rumah masih tergolong baru, namun keretakan sudah ada. Bagaimana hal ini bisa terjadi dan apa yang harus dilakukan untuk menanganinya?

Untuk mengetahui bagaimana hal itu bisa terjadi, kita perlu ketahui bahwa ada banyak penyebab terjadinya keretakan pada tembok rumah, seperti:
  1. Adanya getaran atau benturan yang cukup kuat.
  2. Adanya pergeseran tanah.
  3. Adukan semen yang kurang baik.
  4. Pemilihan kualitas bahan yang kurang baik.
  5. Kualitas air yang mengandung bahan kimia.
  6. Perencanaan bangunan yang kurang matang.
Apabila kita belum terlanjur membangun, kita bisa antisipasi atau mengurangi resiko keretakan dinding dengan beberapa hal berikut ini;

  1. Pilihlah lokasi tanah yang rata, kuat dan tidak mudah bergerak.
  2. Hindari membangun rumah di daerah sekitar lereng, bukit, berdekatan dengan arus air sungai, kecuali bila Anda punya struktur dan insinyur teknik yang handal.
  3. Gunakan bahan bangunan dengan kualitas baik dan juga air yang cukup bersih dan murni.
  4. Jaga kualitas adukan semen, agar kualitas adukan sama di setiap area.
  5. Perkuat struktur bangunan Anda, bisa dengan menambah volume pondasi dan menambah besi tulangan untuk struktur sloof.
  6. Awasi proses pembangunan dengan seksama.
  7. Pilih pelaksana pembangunan yang handal.
Namun bila kita memang sudah harus berhadapan dengan permasalah tembok yang retak, berikut akan kita bahas cara untuk mengatasi tembok yang retak tersebut, sebagai berikut:

  1. Ada baiknya biarkan dulu dinding yang retak untuk waktu cukup lama, mungkin sebulan s/d 3 bulan. Hal ini diperlukan untuk mengetahui apakah retakan akan masih terjadi lagi, atau kemanakan arah dari keretakan tersebut.
  2. Apabila ternyata keretakannya sudah berhenti, tidak berkepanjangan, dan jenis retaknya halus sekali (sering disebut retak rambut), penanganannya cukup dengan memberi dempul atau semen khusus. Lakukan pendempulan dengan rapi, agar minim perbedaan antara dinding dengan dempul yang kita aplikasikan. Lebih disarankan untuk menggunakan semen khusus menambal retak dinding, karena dengan semen ini kita bisa sekaligus mencampur dengan cat yang sesuai dengan warna dinding yang ada, sehingga ketika penambalan dengan semen selesai, dinding sudah bisa kelihatan rapih lagi.
  3. Apabila ternyata keretakan cukup lebar dan panjang (antara 2 mm - 1 cm), lebih baik lakukan pengetrikan/ pahatan/ pelubangan pada sisi kiri kanan retakan (minimal 5 cm ke kiri dan 5 cm ke kanan). Lakukan pengetrikan sampai dengan terlihat bahan utama tembok. (bata, silikon atau bahan lainnya). Siramkan air ke area yang sudah diketrik, lalu lakukan pemlesteran ulang. Dalam melakukan pemelesteran ulang, pastikan campuran adukan untuk menambal benar-benar pada kualitas yang baik. Pilih pasir yang sudah diayak yang tidak mengandung lumpur, lalu campur dengan semen. Semen: Pasir = 1 : 3. Artinya 1 liter semen diaduk dengan 3 liter pasir (minimal, lebih banyak semen akan menjadi lebih baik). Lakukan pemelesteran dengan menyirakan beberapa mm untuk acian dan cat, sehingga pada saat finishing dan dicat, tembok akan kembali rata seperti semula.
  4. Apabila ternyata keretakan cukup parah, lebih dari 1 cm, pada area yang sudah diketrik, sebaiknya pasangkan pin (plat) yang dilubangi dan diberi baut ke area dinding yang retak. Lakukan pembautan berseberangan, sehingga plat dapat memberi tahanan dan ikatan terhadap tembok/ dinding.
  5. Namun bila ternyata keretakan lebih dari 2 cm, ada baiknya dilakukan evaluasi terhadap bangunan. Kemungkinan terjadi penurunan pondasi, atau level tanah, atau pergesedan tanah. Untuk hal ini akan kita bahas pada pertemuan berikutnya. 
Editor | Pekerjaan Sipil | Agro Gemilang |
Posted by: Agro Gemilang Pekerjaan Sipil, Updated at: 23.29

1 komentar:

  1. Crack Isolasi System ( CIS ) dirancang untuk mengurangi permukaan retak pada pekerjaan plester baru dan yang sudah ada dengan mengintegrasikan fibermesh ke base coat sebelum pekerjaan plesteran selesai . CI (Crack Isolasi) Sistem dapat juga menanamkan mesh langsung ke adukan basah atau jala dilapiskan menjadi akrilik dimodifikasi base coat atas ada plester base coat atau finish. Bila dipasang dengan benar , jala ini memperkuat semen dan membantu untuk mengurangi munculnya retakan . Ini adalah pilihan yang sangat baik untuk memperbaiki plesteran retak di dinding yang ada .Untuk bahan yang dipakai silahkan ke lontarmas@gmail.com

    BalasHapus